//
you're reading...
Catatan Pribadi

Malam Minggu

Tulisan ini saya ketik di malam Minggu. Malam yang telah berada pada titik kemarau. Malam yang selalu mengingatkan saya pada hujan.

Saya salah satu orang yang merasa tradisi menghabiskan malam minggu bersama pacar itu konyol, bahasa gaulnya unyu-unyu. Saya tidak mengerti kenapa saya begitu sentimen dengan tradisi itu. Entah karena pacar saya ingin bermalam minggu bersama saya tapi tiba-tiba dia berfikir lebih baik menghabiskan malam minggu bersama perempuan lain. Entah karena saya tidak pernah merasakan romantika malam Minggu. Entah karena duit di dompet tidak pernah membahagiakan saya dimalam Minggu. Entah karena bapak saya galak. Entah karena kucing dan ayam tetangga selalu mati tiap malam Minggu. Dan entah karena-karena yang entah apa.

Saya tidak membenci tradisi bermalam Minggu. Saya hanya tidak suka terhanyut dalam tradisi/trend yang tidak masuk akal. Saya akan menjadi saya yang membenci diri sendiri ketika saya mengenakan baju, tas, sepatu yang kata orang lagi ‘mode’. Saya tidak bisa menemukan eksistensi berdasar apa yang saya pakai dan saya lakukan. Eksistensi bagi saya adalah saya dan pentubuhan saya. Hanya itu. Dan bermalam Minggu bersama pacar juga bukan pilihan saya. Saya hanya merasa itu konyol.

Rasanya jauh lebih lucu dan konyol setelah mencibir satu budaya atau konstruksi yang telah ada dalam masyarakat kemudian menjadi salah satu pelakunya. Sejak Agustus 2010, saya beberapa kali menghabiskan waktu bersama Joko Narimo. Meski sebenarnya kami memang tidak sengaja menghabiskan waktu di malam Minggu. Kami baru sadar hari itu malam Minggu. Dan kami baru sadar ‘rasanya malam Mingguan’.

Saya jarang memaknai sesuatu dengan skala yang besar. Seperti malam minggu ini, saya tidak bisa menikmati romantika hidup hanya karena orang bilang malam minggu itu malamnya orang pacaran.

“Tidak ada yang lebih membuatmu menjadi sangat penting dalam hidupku selain beribu-ribu jam, beratus-ratus gelas teh yang kuhabiskan bersamamu”.

Begitu yang pernah saya tulis sebagai status di akun Facebook. Sesuatu yang menghubungkan saya dengan seseorang saya maknai dalam sesuatu yang sederhana. Segelas teh.

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: