//
you're reading...
Catatan Pribadi

Bawakan selembar kertas, kami siap membacanya.

BaleBaca

Sebelum saya berfikir menulis artikel ini, dua orang teman saya pamit meninggalkan gedung tua ini untuk mencari buku di Gladak.

Ketika saya akan menulis ini, saya baru saja meletakkan sebuah buku berjudul Wayang Wong Sriwedari. Motif pembacaan saya tak jauh dari pembacaan sejarah tentang Sriwedari, tempat dimana sebuah gedung tua menjadi persinggahan saya selama setahun ini.

Ketika saya menulis ini (14/07), dua orang teman sedang duduk di teras saling diam. Masing-masing dari mereka memegang buku yang menurut saya lumayan berat, 10 Filsuf Pemberontak Tuhan dan Bukit-Bukit Perhatian. 10 Filsuf Pemberontak Tuhan sebuah buku yang belum selesai saya baca, mengungkapkan argumen-argumen ateisme modern oleh Comte, Feuerbach, Marx, Nietzche, Freud, Bloch, Heiddeger, Sartre, Merleau-Ponty dan Camus. Buku ini tidak pernah merubah kecintaan saya kepada Tuhan saya, saya hanya sepaham dengan buku ini dalam kekecewaan kepada doktrin agama.

Kamis (07/07) lalu saya berjalan-jalan di belakang Sriwedari mencari buku Apresiasi Sastra yang tempo hari saya lirik. Setelah saya membelinya dengan harga Rp. 20.000,- saya melanjutkan perjalanan saya mencari buku lain yang mungkin bisa saya baca. Saya menemukan dua buku yang menarik hati saya, Saman karya Ayu Utami dan Zionisme. Kedua buku yang saya beli dengan harga masing-masing Rp. 10.000,- itu belum sempat saya baca, keduanya langsung dipinjam teman dan adik saya. Dalam perjalanan kali itu, saya menemukan buku Bukit-Bukit Perhatian, buku karya Agus Dermawan T. Sayangnya saya kehabisan uang.

Minggu (09/07) saya kembali menyusuri lapak-lapak buku di belakang Sriwedari. Setelah mendapat buku yang saya cari (buku pegangan bahasa Inggris untuk kelas VIII) saya kembali mencari buku yang asik. Akhirnya saya ingat buku Bukit-Bukit Perhatian yang tempo hari ingin saya beli. Sayapun merogoh Rp. 20.000,- untuk buku tersebut. Bukit-Bukit Perhatian mengulas seniman politik, lukisan palsu sampai kosmologi seni bung Karno. Buku itu juga tidak sempat saya baca, seorang teman keburu meminjamnya.

Ketika saya mencapai setengah perjalanan dalam tulisan ini, teman saya pulang dari Gladak dan membawa buku Cinta Brontosaurus-nya Raditya Dika. Upz.. Saya suka Dika.

Setelah cerita panjang lebar dan bertele-tele ini, satu hal yang igin saya sampaikan. Di gedung tua ini, Gedung Kesenian Solo, tempat saya bergumul dengan puluhan komunitas, ternyata ada sebuah pengakuan yang baru-baru ini saya rasakan. Saya merasakan antusiasme pembacaan teman-teman pada sebuah buku. Saya membeli buku dan mereka mengantri untuk meminjamnya. Mereka membeli buku, saya tiba-tiba jadi horny pengen baca. Saya kira kami sedang kerasukan arwah Chairil, gila membaca.

Ex Solo Theater yang kini dialihfungsikan menjadi Gedung Kesenian Solo akan dirobohkan tahun depan, perobohan ini bagi saya tidak akan berarti apa-apa karena kami memiliki spririt. Teman-teman suka membaca, suka belajar dan bagi saya itu investasi sejarah yang paling penting. Setahun yang lalu, kami mencoba mendirikan BaleBaca agar kami dan teman-teman komunitas lebih referensial. Kami sudah mengumpulkan beberepa buku, film, katalog, dan majalah yang berasal dari sumbangan dari beberapa kawan.

Mendirikan taman baca memang bukan sesuatu yang mudah, membutuhkan dana yang besar dan energi yang besar pula. Tapi saya percaya, yang paling penting ketika mendirikan taman baca bukanlah ribuan eksemplar buku, ribuan keping film atau ruangan yang nyaman untuk membaca tetapi antusiasme membaca. Kesadaran itu benar-benar kami tanamkan di dalam hati kami, bersiaplah membaca maka dunia akan mempersiapkan buku untuk kau baca.

Tujuan dari penulisan ini adalah kami mengundang teman-teman lain, penulis dan pembaca menyumbangkan buku-bukunya.

So, Bawakan selembar kertas, kami siap membacanya.

Kirimkan donasi/referensi kamu ke :
BaleBaca Gedung Kesenian Solo
Jl. Slamet Riyadi 275 Sriwedari Solo 57141
CP : 085640088852

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: