//
you're reading...
Catatan Pribadi

Gamelan Srunen

Desa Srunen terletak 8 KM dari puncak Merapi dihuni kurang lebih 150 Kepala Keluarga. Penduduk Srunen bermata pencaharian sebagai petani, pedagang dan peternak. Keseharian penduduk Srunen mungkin sama dengan penduduk di desa lain, pergi berladang, menanam jagung, tomat, dan sayuran. Mengurusi pakan ternak, dan membuka warung. Sebisa mungkin dalam menjalani keseharian mereka hidup sederhana dan cukup, mengolah apa yang ada dan diberikan alam. Mandiri dan dinamis mungkin itulah gambaran penduduk Srunen di mata saya.

 Ada kebiasaan warga Srunen yang sudah berlangsung turun temurun mungkin sejak pertama kali desa itu ada, yaitu berlatih gamelan di waktu senja. Dalam seminggu waktu latihan terbagi hari antara ibu-ibu dan bapak-bapak. Tim Srunen ini sering mendapat undangan untuk memainkan gamelannya di acara hajatan pernikahan atau khitanan.

gamelan srunen

Tahun lalu di tengah detik-detik erupsi Merapi, saya berada di sana dan sempat menyaksikan latihan gamelan itu. Sebuah pengalaman yang mistis, suara-suara gamelan yang seperti berbincang-bincang dengan Mbah Merapi. Waktu senja untuk berlatih gamelan di Balai Kampung, bagi warga Srunen merupakan sebuah kegiatan sosial yang turut membangun desa. Waktu senja untuk berlatih gamelan merupakan pengobat lelah setelah bekerja di ladang dan kandang. Waktu senja untuk berlatih gamelan merupakan laku spiritual bagi warga Srunen untuk menyelamatkan imajinasi Jawa-nya. Saat erupsi besar terjadi desa Srunen tertutup abu harta benda, keluarga, hewan ternak menjadi korban. Begitupun seperangkat gamelan di balai kampung.

Sudah satu tahun tak ada suara gamelan lagi di Desa Srunen. Tak ada lagi senja yang suwung saat suara gamelan mengisi lereng-lereng Mbah Merapi. Saat ini penduduk Srunen tengah membangun kehidupannya kembali, namun ada yang hilang dan tak terganti.

Perangkat gamelan yang masih bisa diperbaiki

Perangkat gamelan yang tidak bisa diperbaiki

Untuk itu saya dan beberapa teman memiliki inisiatif untuk mengupayakan seperangkat gamelan di desa Srunen. Peringatan Satu Tahun Erupsi Merapi merupakan langkah awal kami. Peringatan ini  telah diselenggarakan Sabtu 5 November 2011 di Balai Soedjatmoko Solo. Selasa, 22 November 2011 Proses renovasi gamelan sudah dimulai bertempat di desa Canan, RT 2 RW 1, Wedi, Klaten. Dana renovasi gamelan yang bisa diperbaiki membutuhkan dana sebesar Rp. 13 juta. Penambahan 2 perangkat Dhemung dan Saron sebesar Rp. 2.400.000. Dana yang terkumpul sementara sebesar Rp. 1.880.000 Lama pengerjaan membutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu.

Fanny Chotimah

Koordinator Acara

Hp. +6281959032929

E. gamelansrunen@gmail.com

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: